Rabu, 16 Oktober 2019

  • Oktober 16, 2019
Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B harus segera ditangani untuk meminimalisasi dampak hepatitis B pada ibu hamil. Gejalanya memang tidak mudah dikenali pada tahap awal, karenanya diperlukan mengetahui gejala secara detail dan memeriksakan ke dokter sebagai penanganan sejak dini. Upaya medis di bawah ini dilakukan untuk ibu hamil yang positif mengidap hepatitis B.

Penanganan Medis terhadap Dampak Hepatitis B pada Ibu Hamil

1.    Pemeriksaan Medis
Untuk mengetahui kondisi ibu dan janin yang sebenarnya, pemeriksaan secara medis sudah tentu perlu dilakukan. Dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa. Jika hasil tes darah ibu hamil memang menunjukkan hasil positif, maka dipastikan bahwa ibu hamil positif mengidap hepatitis B.

Jika demikian, maka dokter akan langsung memberikan pemeriksaan lebih lanjut sekaligus upaya penanganan medis dalam bentuk pengobatan. Setiap tindakan yang dilakukan tentu saja berdasarkan kondisi pasiennya, sehingga aman untuk ibu dan janin dalam kandungannya.

2.    Pemberian Suntikan Immunoglobulin
Tindakan pertama yang diberikan untuk ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B adalah pemberian suntikan immunoglobulin. Salah satu jenis vaksin ini aman untuk ibu hamil dan janin di dalam kandungannya.

Peningkatan daya tahan tubuh dapat dioptimalkan dengan vaksin immunoglobulin hepatitis B (HBIG). Alhasil, sistem kerjanya dapat mencegah perkembangan hepatitis B jadi lebih parah. Vaksin ini langsung diberikan dokter dengan dosis yang sudah ditentukan.

3.    Memberikan Vaksin Hepatitis B
Dampak hepatitis B pada ibu hamil dapat ditangani dengan pemberian vaksin hepatitis B. Vaksin ini mampu meminimalisasi risiko hepatitis B dari ibu ke janin. Hal ini dilakukan karena penularan virus hepatitis B dari ibu ke janin sangat rentan. Risiko penularannya sangat besar dan menimbulkan banyak dampak negatif yang bisa membahayakan ibu dan janin.

4.    Mengonsumsi Obat Selama 3 Bulan Jelang Kelahiran
Berbeda dengan janin yang baru akan diintervensi setelah lahir, ibu hamil harus mengonsumsi obat selama 3 bulan menjelang kelahiran. Hal ini dianjurkan untuk menjamin kestabilan kesehatan ibu dan janin. Kondisi kesehatan akan tetap terjaga sampai proses kelahiran nantinya. Dokter akan memantau perkembangan kondisi ibu hamil dan janin di dalam kandungannya secara rutin.

Pada trimester ketiga ini, diharapkan ibu hamil tetap menjaga kesehatan dan menuruti semua imbauan dokter. Konsultasi kesehatan dan kontrol tetap harus dilakukan secara rutin demi memastikan bahwa kondisi kesehatan ibu dan janin tetap terjaga, mengingat hari kelahiran yang tidak lama lagi akan tiba.

Beragam upaya penanganan medis di atas harus diperoleh ibu hamil agar kesehatannya stabil dan kehamilannya bertahan dalam kondisi sehat sampai persalinan. Setiap tindakan pengobatan di atas tentu saja disesuaikan dengan kondisi setiap pasien. Hal yang perlu ditekankan adalah Anda harus memilih dokter terbaik agar mampu mengatasi dampak hepatitis B pada ibu hamil.

Popular Posts